Putri Meneng tagged posts

DARCY SI PAUS BIRU

Ilustrasi oleh Latree Manohara

Lautan lengang di malam itu, temaram sinar rembulan jatuh membentuk bayangan yang memantul indah di air yang biru jernih. Hawa dingin membuat ikan – ikan enggan meninggalkan palung dan terumbu untuk sekedar berburu makanan atau bercengkerama bersama.

Darcy berenang menuju permukaan, menyemburkan air dengan anggun lalu meliuk kembali ke kedalaman. Darcy adalah seekor anak paus biru yang sangat pendiam. Di lautan itu, keluarga Darcy adalah satu-satunya keluarga paus yang tinggal dan menetap bersama penghuni laut lainnya.

Darcy sangat jarang ikut bermain bergerombol bersama Tuntun dan saudara-saudaranya kawanan ikan tuna, ataupun Bori si anak ubur-ubur...

Read More

Kereta Ke Bulan

“Ibu, aku ingin pergi ke bulan!” seru Satura.

“Oh ya, naik apa Tura nanti ke bulan?” sahut Ibu sambil tersenyum, sementara itu kedua tangannya cekatan menyiapkan hidangan makan siang di meja.

“Naik kereta, Ibu, naik kereta ke bulan.”

“Baiklah, itu berarti Tura harus menciptakan kereta ke bulan. Karena sekarang ini manusia ke bulan naik pesawat luar angkasa Nak.”

Satura terdiam, sambil berpangku tangan di meja makan.

“Kenapa Tura?”

“Itu artinya aku harus jadi anak yang cerdas ya, Ibu?” Ibu tersenyum.

“Tentu sayang, jadilah anak yang cerdas, dan itu artinya Tura harus makan makanan yang bergizi.”

Satura masih terngiang-ngiang percakapan dengan ibunya di meja makan. Bagaimana caranya menciptakan kereta untuk ke bulan? Pikirnya...

Read More

Tamborin Milik Tigor

“Duungg… cringg… criiinggg…” Tigor tergelak melihat adiknya menari-nari kegirangan saat dia memainkan tamborin kesayangannya. 

“Abang… agi… agi.” Oceh Naima yang baru genap setahun, meminta Tigor memainkan lagi tamborinnya. Tigor memukul lagi tamborinnya, lalu ikut berjoget di samping Naima, sambil sesekali memegangi Naima yang masih belum lancar berjalan.

“Tigor, Naima, sudah waktunya tidur siang, hayo siapa yang mau cuci kaki dan tangan duluan?” suara Ibu terdengar dari arah ruang makan.

“Atuu… atuu… “ Naima melonjak – lonjak, berjalan sempoyongan ke arah tangan Ibu yang terbuka lebar, menyusul Tigor, abangnya yang telah sampai lebih dahulu.

Tigor menyimpan baik-baik tamborin kesayangannya, di atas lemari, di tempat yang tidak terjangkau Naima.

Dahulu, seringkali Tigor...

Read More

Misteri Tempe Goreng

20744314-happy-boy-and-mom
Kakek sedang duduk di kursi goyang, menikmati udara sore yang segar dan bau tanah sehabis diguyur hujan. Sesekali kakek menyesap teh hangat dari sebuah cangkir warna biru.

Ibu berjalan sambil membawa sepiring tempe goreng menuju meja makan, sore ini Ibu sibuk memasak di dapur seperti biasa, dan tentu saja menu tempe goreng kegemaran keluarga mereka, tidak lupa dihidangkan.

“Baru setengah jam ditinggal, sudah berkurang saja… aneh.”
“Ada apa Wi?” Kakek menoleh, bertanya kepada Ibu yang terdengar menggerutu.
“Ini Kek, sejak seminggu kemarin, kuperhatikan tempe goreng di meja makan selalu hilang beberapa, padahal baru kutinggal sebentar ke dapur, eh ini sudah hilang dua biji.”
“Ah … yakin Wi? Jangan-jangan ada tikus ya di rumah kita?”

Ibu menggeleng bingung, antara tidak tahu ...

Read More

Peri Pipi Tembem

Chubby Fairy Royalty Free Stock Vector Art Illustration

“Waah…. kita semua diundang berpesta ke istana, asyiiik!” seru peri Papaci sambil berputar-putar seraya memamerkan jubah barunya yang berwarna hijau gemerlap. Kerajaan Peri sedang bersuka cita, panen anggur musim ini melimpah ruah, Raja Cingciripit mengundang semua penghuni kerajaan Peri untuk berpesta di istana, semuanya tanpa terkecuali.

Peri Papaci masih saja berteriak kegirangan, sedangkan Peri Tolitoli memilih duduk terpekur di atas sebuah batang kayu sambil mengelus-elus sayapnya.

“Kok kamu diam saja sih Toli?”

“Iya… habis aku bingung mau pakai jubah yang mana, pasti banyak tamu yang diundang Raja Cingciripit dari kerajaan lain. Aku ingin tampil keren di hadapan mereka.”

Di bawah pohon, di atas onggokan kayu, Peri Pipi Tembem tersenyum-senyum sendirian sambil terus mengu...

Read More

Gitar Bertuah

Boy and his guitar Royalty Free Stock Vector Art Illustration

Rhomi membungkus gitar pemberian kakeknya dengan hati-hati, lalu meletakkan pelan-pelan di wadahnya, menguncinya rapat kemudian mengembalikan di tempat semula, di pojok kamar.

Kakeknya adalah seorang seniman, beliau pintar sekali menulis lagu dan bermain gitar. Gitar ini adalah gitar bertuah. Kakek pernah bilang, “Setiap kali aku menggunakan gitar ini, pasti pertunjukanku sukses. Gitar ini gitar bertuah, akan manjur hanya jika kamu merawatnya dengan baik dan setulus hati”

Kata-kata kakek masih lekat di ingatan Rhomi, meskipun sudah hampir 3 bulan yang lalu kakek mengucapkan kata-kata itu, ketika Kakek memberikan gitar ini kepada Rhomi saat Rhomi berkunjung ke rumah kakek di Solo menghabiskan liburan sekolah.

Seminggu lagi, Rhomi akan mengikuti lomba kesenian di sekolahnya, dia sedang...

Read More