Medali Punya Pipi?

Ilustrasi oleh Latree

Ilustrasi oleh Latree

Mooooo. Pipi Si Sapi Betina berjalan menuju padang rumput di balik bukit. Pagi ini seperti biasa Pipi merumput di sana. Padang rumput di balik bukit terkenal dengan rumputnya yang segar dan hijau. Pipi dan teman-temannya sangat suka makan di sana.

Mooooo. Pipi tidak sengaja menginjak sesuatu yang keras. Benda apakah itu? Ternyata itu adalah sebuah medali. Medali itu terbuat dari emas dan berkilauan menyilaukan mata Pipi. Pipi mendekat dan berdecak kagum. Pipi tidak pernah melihat medali sebesar dan seberkilau itu. Pipi kemudian mengambil dan mengalungkan medali itu di lehernya. Teman-temannya pasti kagum dengannya.

Tak jauh dari situ, Pipi bertemu dengan Koko Si Ayam Jago. Saat ia melihat medali di leher Pipi, ia berkokok lantang. Kukuruyuuuk. Koko memuji medali baru Pipi.

“Bagus sekali medalimu. Dapat dari mana?”

“Eummm… Aku baru saja menang lomba lari di kampung sebelah. Makanya aku dapat medali ini,” kata Pipi. Ups. Pipi berbohong, nih.

“Yang benar? Aku baru tahu kalau kamu larinya cepat.”

“Tentu saja lariku cepat. Buktinya aku dapat medali ini.”

“Hmmm, ya sudah. Aku pergi dulu.”

“Wah, gawat kalau sampai ada yang tahu aku bohong,” pikir Pipi. Tapi sudahlah, toh Pipi hanya bohong kepada Koko. Pipi berjanji tidak akan bohong lagi.

Pipi kemudian lanjut berjalan menuju padang rumput. Mbeeeeek. Ternyata ada Mbik Si Kambing. ia mengembek karena matanya silau terkena pantulan cahaya medali Pipi.

“Benda apa itu? Kenapa silau sekali?”

“Itu medali baruku. Lihat…” Pipi menyombongkan medalinya pada Mbik.

“Kamu menang lomba?”

“Eummm… Iya, menang lomba lari.” Yah, Pipi bohong lagi.

“Lomba lari? Memangnya kamu bisa lari? Perutmu saja besar seperti itu,” kata Mbik dengan setengah tertawa.

“Jangan sepelekan aku! Kalau aku tidak bisa lari, aku tidak akan punya medali ini!”

“Iya deh, iya. Kamu bisa lari. Kalau gitu, aku pergi dulu. Aku mau pulung dulu.”

Ups. Pipi akhirnya bohong sekali lagi. Padahal ibu Pipi selalu mengajarkan Pipi untuk tidak berbohong. Tapi bila Pipi tidak berbohong, pasti Mbik akan menyuruh Pipi mencari pemilik sebenarnya dan mengembalikannya. Tentu saja Pipi tidak mau kehilangan medali emasnya. Kapan lagi Pipi bisa menemukan medali emas di tengah jalan?

Argh. Pipi pun berjanji untuk tidak berbohong lagi. Siapapun yang akan ia temui di jalan, Pipi akan bilang yang sebenarnya. Pipi tidak mau jadi sapi yang buruk.

Yang benar saja! Baru beberapa langkah berjalan, Pipi bertemu dengan Dudu Si Kuda.

“Halo, Pipi. Medali apa itu?”

“Oh, eummm…” Pipi bingung mau menjawab apa. Dudu memang terkenal sebagai hewan yang larinya paling cepat. Kalau ia jujur, gengsi dong sama Dudu.

“Aku menang lomba lari.” Akhirnya Pipi bohong lagi.

“Hahahahaa. Yang benar saja? Kamu tidak mungkin bisa lari lebih cepat dari aku!”

“A, aku bisa berlari! Medali ini buktinya!”

“Hah! Kalau begitu, buktikan. Ayo kita lomba lari sampai padang rumput. Kalau kamu menang, kamu boleh simpan medali itu. Kalau aku yang menang, medalinya buat aku.”

Pipi yang sudah kelewat gengsi akhirnya menyanggupi tantangan Dudu. Padahal ia tahu, ia tidak akan menang dari Dudu.

Merekapun berlari sekencang-kencangnya menuju padang rumput. Jelas, Dudu berlari dengan sangat kencang karena ia adalah seekor kuda yang menghabiskan waktunya dengan berlari. Pipi tentu saja jauh tertinggal di belakang. Sekencang apapun Pipi berlari, ia tidak bisa mengejar Dudu. Badannya terlalu berat dan kakinya tidak panjang dan ramping seperti Dudu.

“Horeee! Aku menang! Berarti medalinya untukku!” teriak Dudu ketika ia sampai duluan di padang rumput.

Dengan berat hati, Pipi memberikan medali itu kepada Dudu. Ah, sebal sekali. Seandainya ia tidak terus berbohong, medali itu pasti masih menjadi miliknya. Sejak saat itu Pipi berjanji bahwa ia tidak akan pernah berbohong lagi.

***

(Mutiara – http://kelabuberkelambu.blogspot.com/ – Twitter: @mtrjs)

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>