Kacamata Cika

girl back to school Royalty Free Stock Vector Art Illustration
“Kaaaakkk…. kacamata Cika di mana sih? Cika buru-buru nih, teman-teman sudah menunggu di depan.” Bolak–balik Cika keluar masuk kamarnya, lalu ke ruang tengah menyingkap bantal-bantal kursi hingga berserakan. Mukanya kelihatan kesal sekali.
Kakaknya yang baru keluar dari kamar mandi turut kesal melihat ruang tengah yang baru saja ditata rapi sudah berantakan gara-gara Cika sibuk mencari kacamatanya yang lenyap entah kemana.
“CIKA…. apa-apaan ini segala macam bantal diberantakin.”
“Kacamataku mana sih kak, aku sudah telat nih mau berangkat les piano.”
“Salahmu sendiri, naruh kacamata sembarangan, sekarang ribut sendiri.”
Melihat kakaknya marah, Cika tambah cemberut dan kesal. Bik Nah yang baru pulang dari pasar terheran-heran melihat dua kakak beradik ini bermuka cemberut sambil duduk berpunggungan.
“Ada apa sih neng? Kok berantakan begini?”
“Cika tuh Bik, kacamatanya nyelip lagi…”
“Ooh itu bibik simpan di atas lemari di sebelah televisi, soalnya takut terinjak.”
“Aah si Bibik kenapa ga bilang dari tadi, Cika jadi telat nih gara-gara Bibik!” seru Cika sambil merebut kacamata dari tangan Bik Nah dan berlari keluar rumah dengan tergesa-gesa.
****
Minggu pagi yang cerah, Cika dengan wajah mengantuk duduk di meja makan.
“Sudah mandi Cik?” tanya ibunya sambil menata hidangan makan pagi. Cika menggeleng.
“Oh iya… nanti siang, Ibu dan Ayah akan mengantar Bik Nah pulang ke kampungnya, anak Bik Nah mau menikah. Mulai sekarang Cika harus bisa bersiap sendiri sebelum berangkat sekolah, ya?”
“Iya,“ sahut Cika pendek. Hatinya masih kesal gara-gara kemarin Bik Nah menyimpan kacamata tanpa memberitahunya.
****
Keesokan harinya, Cika bangun dan melihat ke arah jam dinding. Sudah pukul setengah enam. Dia harus segera bersiap untuk sekolah.
Selesai mandi… Cika celingukan di kamar, mencari-cari baju seragamnya. Setengah isi lemari sudah ditumpahkannya di kasur, tapi barang yang dicarinya tidak ketemu juga. Biasanya Bik Nah sudah menyiapkan seragam, lengkap dengan sepatu dan juga persediaan air minum. Bik Nah yang selalu menyelamatkan barang-barang yang selalu diletakkan Cika dengan teledor dan sembarangan.
Cika terduduk lesu di tepi tempat tidurnya, melihat tumpukan baju-baju yang berserakan, pikirannya melayang kepada Bik Nah. Ternyata Bik Nah selalu menolongnya selama ini, sehingga dia bisa selamat dari keteledorannya, seharusnya saat itu dia tidak membentak Bik Nah, tapi mengucapkan terima kasih.
Dengan lesu Cika berjalan ke kamar kakaknya.
“Kak, bantuin aku cari baju seragamku…”
“Itu, baju seragammu masih di meja seterika, belum dibawa ke kamar. Kan Bik Nah udah pulang kemarin siang.”
Cika mengambil seragamnya. Dalam hati dia berjanji, mulai hari ini dia akan lebih rapi menyimpan barang-barangnya sendiri. (Putri Meneng)

*gambar diambil dari sini

Tags:  

One comment to Kacamata Cika

  • bapaknya Ayla  says:

    Ceritanya bagus,smoga ada lagi,trims

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>