Category Mimi dan Uno

Belajar Berenang

Mimi duduk diam di lantai kamarnya. Di hadapannya masih terlipat rapi baju renang yang dibelikan Ibu kemarin.

Dua minggu yang lalu Pak Musa guru olah raga memberikan pengumuman. Mulai bulan ini akan ada kegiatan tambahan untuk pelajaran olah raga. Latihan berenang dua minggu sekali di kolam berenang umum tidak jauh dari sekolah. Teman-teman sekelasnya gembira sekali mendengar pengumuman itu. Tapi Mimi tidak.

Uno mengintip dari balik daun pintu yang tidak ditutup. Sekilas terlintas ide usilnya ingin mengageti Mimi. Tapi niat itu diurungkan, melihat wajah Mimi yang kusut.

“Mimi…” bisik Uno masih dari balik pintu.

“Ya Uno?”

“Boleh aku masuk?”

“Ya…”

Uno masuk dan langsung duduk di hadapan Mimi.

“Besok Mimi latihan berenang ya?”

Mimi mengangguk.

“Jam berapa?”

“Sepulang s...

Read More

Terang Bulan

“Aaaaaah…!” teriak Uno dari kamar.

Terdengar suara pintu dibuka tergesa. Lalu…

KLONTAAANG…!!

Dan terdengar ‘Aaaaaah…!’ yang lain lagi.

Mimi keluar dari kamarnya perlahan. Berjalan berhati-hati sambil meraba dinding. Gelap. Mati lampu.

Di dapur, Ibu sedang mencari-cari lilin. Ayah membuka pintu depan. Tidak lama kemudian Ibu datang di ruang tengah, masih memegang senter. “Kita kehabisan lilin, tinggal ini…”

Ibu menunjukkan sebatang, ng… mungkin lebih tepat disebut sepotong, lilin yang sudah terpakai. Tinggal kurang lebih seruas jari Ibu.

“Waduh…”  desah Mimi dan Uno hampir bersamaan.

“PR-mu sudah selesai, Uno?” tanya Mimi.

“Sudah sih… tadi aku sedang masuk-masukkan buku untuk sekolah besok.”

“Aku juga sudah. Tadi sedang baca komik...

Read More

Lampion Uno

stock-illustration-11738696-lion-dancing-and-large-drum-drama-for-happy-new-year

“Mau main apa kita hari ini?” tanya Uno sambil menyambar segelas air putih yang sudah disiapkan Ibu di atas meja.

Hari ini hari Minggu. Hari bebas sedunia.

Mimi, masih menyendokkan suapan nasi terakhir ke mulut. Sambil membawa piring ke dapur, Mimi berkata, “Aku pengen ke rumah Chen.”

“Ada apa ke sana?”

“Kemarin Chen bilang, sebentar lagi Imlek. Dia memintaku untuk mampir ke sana, karena aku ingin tahu apa saja yang mereka persiapkan.”

“Wuih, iyakah, Bu? Sebentar lagi Imlek ya?” tanya Uno pada Ibu yang sedang membereskan meja makan.

“Iya. Dua hari lagi.”

“Wah, yuk ke sana! Browniesnya Tante Liem kan enak. Siapa tahu lagi bikin, dan siapa tahu kita bisa kebagian angpau juga,” kata Uno sambil terkekeh.

“Heh! Membantu orang itu ga boleh mengharapkan imbalan...

Read More

Celengan Uno

“Ayah pulaaaang…!” teriak Mimi dari ruang depan.

Uno yang sedang sibuk mewarnai gambar di bukunya dengan cepat berdiri dan berlari menyongsong Ayah yang baru pulang dari kantor. Tapi, sepertinya ada sesuatu dibawa Ayah. Oh… dan dibawa Mimi juga.
Apa itu?
“Nih, Uno, buatmu satu,” kata Ayah sambil mengulurkan sesuatu yang dibawanya.
“Apa ini, Yah?” tanya Uno sambil mengamati barang yang kini sudah berpindah ke dalam tangannya.
Bentuknya sih ayam. Tapi dari apa ya ini? Keras.
“Itu celengan,” jelas Ayah sambil melepaskan sepatu di ruang tamu. “Dibuat dari tanah liat.Kalau jatuh dia bisa pecah. Seperti gelas-gelas Ibu itu. Makanya kamu harus hati-hati.”
“Celengan?” Uno mengangkat alisnya.
“Iya, celengan. Buat nabung,” Mimi yang menjawab.
“Nabung ap...
Read More

Liburan di Rumah Nenek.

Rural landscape Royalty Free Stock Vector Art Illustration
Mimi dan Uno baru saja menerima rapor kenaikan kelas. Setelah ini libur tiga pekan. Yay.
Tapi… kenapa keduanya malah terlihat cemberut?
“Mimi nggak mau liburan di rumah Nenek. Di sana sepi. Nggak ada teman. Jauh dari toko. Jauh dari jalan. Nggak ada angkot. Ke mana-mana jauh. Kakek sudah nggak berani naik motor, nggak bisa nganter kalau  kita pengin beli es krim ke pasar…”
“Uno juga nggak mau liburan di desa. Yaaa…. sebenarnya di desa itu asyik. Ada sawah, ada kali, dekat bukit. Tapi pasti Nenek dan Kakek melarang setiap kita mau keluar rumah. Nggak boleh ke kali, berbahaya. Nggak boleh ke sawah, panas! Nggak boleh ke hutan, nanti ada macan!”
“Eh, emang iya, ada macan di hutan?” tanya Mimi. Dia tidak ingat kakeknya pernah berkata seperti itu.
“Ng… enggak sih...
Read More

Berkebun Bersama Ayah


Hari Minggu pagi. Udara segar, sisa hujan semalam. Tapi matahari tampaknya akan bersinar cerah pagi ini.
Uno baru saja bangun tidur. Dia keluar kamar sambil mengucek-ucek mata. Rambutnya masih berantakan...
Read More