Misteri Tong Sampah

Gambar dari iStockPhoto

Bel istirahat berbunyi, Lita sudah tidak sabar hendak ke kantin, rasanya perutnya minta diisi karena tadi pagi Lita bangun kesiangan sehingga tidak sempat sarapan. Dubrak!!!!! Lita terjatuh, pantatnya sakit sekali. Doni membantunya berdiri.

“Makasih Don,“ kata Lita sambil memperhatikan apa yang menyebabkan dia jatuh, oh ternyata bungkus es yang plastiknya basah sehingga membuat lantai menjadi licin.

“Nah, begini ini kalau ada yang suka buang sampah sembarangan, orang lain yang kena akibatnya,” gerutu Lita sambil berlalu. Doni menatap wajah Lita yang terlihat kesal dan mengikutinya dari belakang. Setelah Lita memesan mie ayam, dia mencari tempat duduk. Baru dia merasa kalau dari tadi Doni mengikutinya.

“Eh, ngapain kamu ngikutin aku?” tanya Lita  sambil duduk di kursi kantin...

Read More

Mengunjungi Museum

Gambar dari iStockPhoto

Gambar dari iStockPhoto

Penuh semangat aku berlari memasuki pintu Museum. Tapi mendadak aku berhenti ketika ada yang berteriak dari belakang.

“Tiketnya belum, Adik Manis…!”

Hah? Tiket? Aku berlari kembali ke arah pamanku yang masih sibuk memarkir sepeda motor.

“Paman, apakah kita butuh membeli tiket untuk masuk?”

“Iya dong, kamu masuk Taman Kyai Langgeng saja pakai tiket kok…”

Taman Kyai Langgeng adalah Taman wisata di Kota Magelang. Ada banyak wahana permainan di situ. Bianglala. Komidi Putar. Jungkat-jungkit. Banyak deh. Pokoknya surga bagi anak-anak yang haus permainan.

“Tapi kan, di Kyai Langgeng ada kolam renangnya.” Pikirku, karena tidak ada kolam renang di museum, masuknya juga tidak perlu membayar. Pamanku mendelik jenaka ke arahku.

“Ini uangnya,” Paman menyerahka...

Read More

Kereta Ke Bulan

kereta ke bulan

“Ibu, aku ingin pergi ke bulan!” seru Satura.

“Oh ya, naik apa Tura nanti ke bulan?” sahut Ibu sambil tersenyum, sementara itu kedua tangannya cekatan menyiapkan hidangan makan siang di meja.

“Naik kereta, Ibu, naik kereta ke bulan.”

“Baiklah, itu berarti Tura harus menciptakan kereta ke bulan. Karena sekarang ini manusia ke bulan naik pesawat luar angkasa Nak.”

Satura terdiam, sambil berpangku tangan di meja makan.

“Kenapa Tura?”

“Itu artinya aku harus jadi anak yang cerdas ya, Ibu?” Ibu tersenyum.

“Tentu sayang, jadilah anak yang cerdas, dan itu artinya Tura harus makan makanan yang bergizi.”

Satura masih terngiang-ngiang percakapan dengan ibunya di meja makan. Bagaimana caranya menciptakan kereta untuk ke bulan? Pikirnya...

Read More

Terang Bulan

Gambar dari IstockPhoto

“Aaaaaah…!” teriak Uno dari kamar.

Terdengar suara pintu dibuka tergesa. Lalu…

KLONTAAANG…!!

Dan terdengar ‘Aaaaaah…!’ yang lain lagi.

Mimi keluar dari kamarnya perlahan. Berjalan berhati-hati sambil meraba dinding. Gelap. Mati lampu.

Di dapur, Ibu sedang mencari-cari lilin. Ayah membuka pintu depan. Tidak lama kemudian Ibu datang di ruang tengah, masih memegang senter. “Kita kehabisan lilin, tinggal ini…”

Ibu menunjukkan sebatang, ng… mungkin lebih tepat disebut sepotong, lilin yang sudah terpakai. Tinggal kurang lebih seruas jari Ibu.

“Waduh…”  desah Mimi dan Uno hampir bersamaan.

“PR-mu sudah selesai, Uno?” tanya Mimi.

“Sudah sih… tadi aku sedang masuk-masukkan buku untuk sekolah besok.”

“Aku juga sudah. Tadi sedang baca komik...

Read More

Novel Pertamaku

Gambar dari iStockPhoto

“Ya pokoknya novel, pokoknya novel!” aku berteriak-teriak lagi. Tapi Ibu tetap mengabaikanku. Ah. Ibu sih (Ibuku maksudnya), selalu bertanya apakah aku tahu yang dimaksud dengan novel. Sudah aku katakan kepada Ibu meski usiaku belum genap delapan tahun (ingat ya, aku berulang tahun di bulan April), aku paham apa itu novel. Yang lebih tidak aku sukai adalah pertanyaan Ibuku selalu disertai tawa. Untuk memudahkan mengingat, tertawa jenis ini kemudian aku namai saja jenis tertawa yang buruk. Suaranya bergelombang tidak karuan karena mengandung ejekan. Terus terang aku merasa terhina dengan tertawa jenis ini.

Gambar dari iStockPhoto

Gambar dari iStockPhoto

Apa memang orang dewasa mudah lupa ya? Padahal baru beberapa minggu yang lalu, Ibu sendiri yang menjelaskan kepadaku, apa itu novel...

Read More

Putri Loli Sakit Gigi

sakit gigi

Di istana Kerajaan Gulali-lali, sebuah negeri yang kaya dengan aneka permen dan coklat, sedang terjadi masalah. Sudah dua hari ini Putri Loli tidak mau melakukan apa pun karena menahan rasa sakit pada giginya. Dia tidak mau makan, tidak mau bermain, tidak mau belajar. Karena sakit giginya itu, pipi Putri Loli membengkak.

sakit gigi

Gambar dari iStockPhoto

“Ibunda, gigiku sakit sekali dan lihat pipiku! Pipiku membesar, Ibunda! Huhuhu” tangis Putri Loli.

Ratu Berry bingung, mengapa hal ini bisa terjadi pada Putri Loli?

“Ayah, Loli semakin tidak tahan lagi dengan sakit giginya, sepertinya kita harus segera memanggil dokter Tobi-tobi!” kata Ratu Berry kepada Raja Coko.

“Ah, baiklah! Jika tidak segera diatasi nanti bisa gawat. Kalau terus-terusan tidak mau makan dia bisa sakit…” kata Raja Coko...

Read More