Penyu dan Merpati

penyu dan merpati
penyu dan merpati

Gambar dari iStockPHoto

Angin laut berembus tak terlalu kencang, membuat dahan dan daun-daun kelapa berayun dan menari. Di atas kelapa yang terjatuh oleh angin, seekor burung merpati hinggap tepat di depan seekor penyu.

“Hei, Penyu! Nggak bosan kamu berjalan lambat gitu? Aku, dong, bisa terbang mengelilingi angkasa. Melintasi samudera luas, pedesaan, perkotaan, hutan, dan tempat-tempat yang tak mungkin kamu jangkau. Kasihan sekali, kau! Hahaha,” kata sang Merpati sambil mengibaskan sepasang sayapnya dan memamerkan bulu-bulunya yang indah.

“Lihat ini!” Sang Merpati terbang tinggi, menunjukkan kehebatannya. Sang Penyu melihatnya sambil tersenyum...

Read More

Monki Mengambek

Gambar dari iStockPhoto

KAMPUNG Pipit mendadak heboh. Kejadiannya Minggu pagi hari. Tiba-tiba muncul seekor monyet yang berkeliaran. Monyet itu mengejar sekelompok anak yang sedang bermain di lapangan. Anak-anak itu menjerit dan tertawa. Mereka menyebar supaya monyet itu tidak lagi mengejar. Namun si monyet terus saja mengikuti. Malangnya, dia berlari mengejar Pipit. Pipit menjerit-jerit saat si monyet mencoba bergelantungan di kakinya. Dia merasa geli.

“Eh, itu kan monyet peliharaannya Ilman!” seru seorang anak, mendadak mengenali.

“Oh, iya, itu kan si Monki. Kenapa berkeliaran begini?” sahut yang lain.

Gambar dari iStockPhoto

Gambar dari iStockPhoto

Pipit tidak peduli apakah monyet ini benar-benar si Monki peliharaan Ilman atau bukan. Yang ada di kepalanya sekarang adalah berlari secepat mungkin...

Read More

Untuk Mang Ujang

Teng! Teng! Teng!

Lonceng berbunyi. Murid-murid kelas tiga SD Cerdas Merdeka berhamburan, juga kelas-kelas yang lain. Mereka menyerbu area kantin sekolah. Di kantin ada berbagai gerobak yang menjual berbagai macam makanan, camilan dan minuman. Ada gerobak soto Pak Maman, ada gerobak ketoprak Bang Maun, ada sup buah Bu Eti dan lain-lain.

Yang paling ramai tentu saja gerobak siomay Mang Ujang. Siomay-nya enak sekali. Tak hanya siomay, Mang Ujang juga menyediakan telur rebus, kentang dan juga tahu yang juga berisi siomay. Mau rebus saja, atau digoreng, tinggal bilang. Bumbu kacangnya juga ada dua macam, yang pedas dan yang tak pedas. Anak-anak boleh memilih yang mana saja yang mereka suka. Dan tahukah kamu, berapa harga satu siomay-nya? Rp 500,00. Iya, murah sekali ya?

Selain siomay yang mura...

Read More

Misteri Tong Sampah

Gambar dari iStockPhoto

Bel istirahat berbunyi, Lita sudah tidak sabar hendak ke kantin, rasanya perutnya minta diisi karena tadi pagi Lita bangun kesiangan sehingga tidak sempat sarapan. Dubrak!!!!! Lita terjatuh, pantatnya sakit sekali. Doni membantunya berdiri.

“Makasih Don,“ kata Lita sambil memperhatikan apa yang menyebabkan dia jatuh, oh ternyata bungkus es yang plastiknya basah sehingga membuat lantai menjadi licin.

“Nah, begini ini kalau ada yang suka buang sampah sembarangan, orang lain yang kena akibatnya,” gerutu Lita sambil berlalu. Doni menatap wajah Lita yang terlihat kesal dan mengikutinya dari belakang. Setelah Lita memesan mie ayam, dia mencari tempat duduk. Baru dia merasa kalau dari tadi Doni mengikutinya.

“Eh, ngapain kamu ngikutin aku?” tanya Lita  sambil duduk di kursi kantin...

Read More

Mengunjungi Museum

Gambar dari iStockPhoto

Gambar dari iStockPhoto

Penuh semangat aku berlari memasuki pintu Museum. Tapi mendadak aku berhenti ketika ada yang berteriak dari belakang.

“Tiketnya belum, Adik Manis…!”

Hah? Tiket? Aku berlari kembali ke arah pamanku yang masih sibuk memarkir sepeda motor.

“Paman, apakah kita butuh membeli tiket untuk masuk?”

“Iya dong, kamu masuk Taman Kyai Langgeng saja pakai tiket kok…”

Taman Kyai Langgeng adalah Taman wisata di Kota Magelang. Ada banyak wahana permainan di situ. Bianglala. Komidi Putar. Jungkat-jungkit. Banyak deh. Pokoknya surga bagi anak-anak yang haus permainan.

“Tapi kan, di Kyai Langgeng ada kolam renangnya.” Pikirku, karena tidak ada kolam renang di museum, masuknya juga tidak perlu membayar. Pamanku mendelik jenaka ke arahku.

“Ini uangnya,” Paman menyerahka...

Read More

Kereta Ke Bulan

kereta ke bulan

“Ibu, aku ingin pergi ke bulan!” seru Satura.

“Oh ya, naik apa Tura nanti ke bulan?” sahut Ibu sambil tersenyum, sementara itu kedua tangannya cekatan menyiapkan hidangan makan siang di meja.

“Naik kereta, Ibu, naik kereta ke bulan.”

“Baiklah, itu berarti Tura harus menciptakan kereta ke bulan. Karena sekarang ini manusia ke bulan naik pesawat luar angkasa Nak.”

Satura terdiam, sambil berpangku tangan di meja makan.

“Kenapa Tura?”

“Itu artinya aku harus jadi anak yang cerdas ya, Ibu?” Ibu tersenyum.

“Tentu sayang, jadilah anak yang cerdas, dan itu artinya Tura harus makan makanan yang bergizi.”

Satura masih terngiang-ngiang percakapan dengan ibunya di meja makan. Bagaimana caranya menciptakan kereta untuk ke bulan? Pikirnya...

Read More